Kumpul Kebo itu Indah

Posted: 5 April, 2012 in Daily Activities
Tag:

pernah kah anda menjumpai pagi yang tidak cerah selain karena hujan? Setiap pagi bisa dikatakan cerah bila hati seorang ceria. Tidak merasa gundah gulanan serta begitu menikmati kehidupan. Kapan saat itu terjadi ? Saat anda melakukan hal yang benar – benar anda sukai.

Begitu pula pagi ini. Minggu pagi ceria dengan semangat menggebu-gebu. Setelah sholat subuh sayang rasanya kalau dibuat tidur kembali tetapi bila hanya digunakan untuk duduk termenung saja tentu godaan setan ngantuk pasti datang. Solusi sehat adalah JJP, Jalan-jalan pagi. Suasana segar sangat menenangkan dan menentramkan hati mengingat udara fresh menjadi barang mahal di Sidoarjo apalagi jika sudah di jalan raya. Meskipun jam lima pagi bila ada satu dua kendaraan, tetap saja tidak benar-benar fresh udaranya. JJP kali cukup di sekitar rumah saja. Selain minim kendaraan berlalu lalang juga cepet sampai dirumah bila merasa capek. Jalan-jalan saja rasanya tak cukup. Di rumah ada sepeda kebo yang sedang parkir. Sejak beberapa hari sudah merencanakan untuk gowes ke alun-alun dengan sepeda kebo. Teringat di sana ada teman-teman sesama pecinta sepeda kebo, orang kampung saya menyebutnya dengan sepeda unto. Sebenarnya sudah lama mendengar adanya kumpul kebo, (eh maksud saya kumpul teman-teman sesama pecinta sepeda kebo) di alun tiap hari minggu. Tapi hari-hari itu saya masih belum punya sepeda sendiri. Kini rasa ini tak terbendung lagi. Sepeda sudah punya terus mau apa lagi kalau tidak segera genjot sepeda ke alun-alun.

Tret..tret..tret..hape saya bergetar. Hampir saja saya masuk ke kamar mandi namun saya sempatkan untuk buka sms dulu. Isinya singkat, “Jek, gak sepedaan ta?”. Itu sms dari temen saya. Meskipun nama saya bukan jacki chan tapi saya dipanggil jek juga. Lalu saya balas sms itu dengan segera padat dan to the point. Isi sms saya, “cepet skrg mau brkt, tunggu di depan RSUD. Meluncur ke alun-alun, saatnya kumpul kebo”. Kebetulan pula teman saya yang mengajak gowes juga punya sepeda kebo. Hanya saja dia minder dengan sepeda kebonya yang standar dan kurang bagus menurutnya. Padahal jelek atau tidak yang penting kumpul.

Setelah selesai mandi dengan gaya jawa, memakai blankon celana kombor saya genjot putaran demi putaran. Di otak hanya alun-alun dengan banyak sepeda kebo yang terbayang. Sidoarjo sendiri beberapa bulan terakhir telah menerapkan Car Free Day. Sebagian jalan di sekitar alun-alun tertutup untuk kendaraan bermotor. Benar saja, saat sampai di alun-alun banyak sekali pejalan kaki dan pengendara sepeda angin. Tak lepas dari penglihatan adalah sekelompok sepeda yang diparkir berjajar secara rapi di utara alun-alun. Jujur saja ini adalah kali pertama saya mencoba bergabung dengan pecinta sepeda kebo. Tidak banyak orang yang dikenal sehingga saya memilih berdiri sendiri sedkit menjauh dari sekelompok orang tadi. Tapi semakin lama banyak pula yang datang. Akhirnya ngobrol sana-ngobrol sini dengan beberapa orang yang baru saja dikenal. Suasan akrab sangat terasa meski sebagian besar saya tidak mengenal dekat. Namun awal yang menyenangkan ini membuat semakin banyak teman . Ada salah satu teman ternyata tetangga rumah.

Disinlah tempat berkumpul para penggemar sepeda tua dengan sebutan KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia). Banyak penampilan-penampilan unik yang nampak di sini. Ada yang mirip tentara jepang, ada orang berdandan seperti orang bali dengan menyelipkan bunga di telinga kirinya, adapula berdandan seperti orang keraton. Pokoknya unik dan asyik. Mayoritas penggemar sepeda tua ini adalah orang-orang yang cudah berumur. Sedikit yang masih muda seperti saya meskipun tetap masih ada temannya.

Beberapa saat kemudian datang lah sekelompok penggemar sepeda kebo dari Mojosari. Sengaja bersepeda ke Sidoarjo untuk refreshing. Lagi-lagi suasana keakraban tercipta disini. Meski belum pernah ada yang kenal. Kumpul kebo hari ini harus segera disudahi karena akan dilanjutkan dengan takziah ke tempat salah satu anggota komunitas yang sedang kesusahan. Dengar-dengar ibunya barusan meningggal dunia. Nah, disinlah konvoi sederhana dimulai. Menuju ke rumah duka salang satu anggota dengan mengenjot sepeda. Konvoi yang tahan polisi dan anti polusi. Beriring-iringan penunggang sepeda kebo seakan menambah rasa kompak dan rasa kekeluargaan yang tinggi. Lets Go Gowes !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s