Facebook Selimuti Dunia Pendidikan

Posted: 16 Desember, 2009 in artikel

Perkembangan dunia teknologi memang tak terbantahkan pesatnya. Komputer sudah menjadi kebutuhan pokok lembaga pendidikan bahkan personal. Kini lebih canggih lagi dengan murahnya harga komputer jinjing (laptop). Lima belas tahun yang lalu mungkin sekolah-sekolah tertentu saja yang ada ekstrakurikuler komputer.

Tetapi sekarang pelajar komputer masuk dikurikulum Seiring kemajuan teknologi baik hardware software serta komponen pendidikan yang seolah mengharuskan adanya komputer di setiap lembaga pendidikan, konten-konten di internet pun mengalami perubahan sangat progresif. Diawali dengan website sederhana sebagai situs penyedia informasi kemudian muncul blog yang wujudnya tak jauh beda dengan website. Blog itu sendiri mudah didapatkan secara gratis serta userfrindly (mudah di operasikan).

Tak begitu lama blog menyebar keseluruh penjuru dunia muncul ide baru yaitu situs jejaring sosial.Situs jejaring sosial mendapat tanggapan yang luar biasa oleh sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Penyebab utama situs ini mudah diterima oleh masyarakat karena asyik dan menarik. Beberapa orang sudah ada pula yang memanfaatkan situs jejaring sosial sebagai sebuah identitas di dunia maya lalu membuat sebuah komunitas-komunitas. Baik komunitas di tingkat lokal, nasional, dan internasional.

Awal bulan pebruari 2004 seorang lulusan harvard yang bernama Mark Zuckerberg mencetuskan sebuah gagasan dengan membuat sebuah situs jejaring sosial yang sekarang kita kenal dengan nama facebook. Lelaki yang dulunya sekolah di Ardsley High School ini awalnya hanya membatasi keanggotaan situs jejaring yang dibuatnya hanya untuk siswa hardvard sendiri, tetapi selanjutnya berkembang di Standford, Boston University, New York University dll. Tak cukup sampai di situ, Mark mengembangkan facebook hingga merambah ke perusahaan-perusahaan besar serta sekolah menengah.

Catatan pertengahan tahun 2007 menurut wikipedia.org tertulis lebih dari 34 juta anggota aktif. Peringkatnya pun naik dari peringkat enam puluh menjadi peringkat tujuh situs yang paling banyak dikunjungi. Facebook berawal dari dunia pendidikan kemudian menyebar ke seluruh aspek kehidupan. Melewati batas wilayah, ras, suku, maupun ideologi. Yang perlu kita cermati adalah seberapa besar dampaknya bagi kehidupan kita khususnya dunia pendidikan. Karena kalau kita lihat kebelakang bahwa facebook ini adalah ide cemerlang dari seorang siswa. Jangan sampai munculnya facebook menjadi petaka dan boomerang bagi dunia pendidikan itu sendiri. Sekolah – sekolah yang sudah tersedia layanan internet harus jeli untuk menyikapi fenomena ini. Jangan-jangan siswa lalai terhadap belajarnya karena terlalu sibuk chatting, update status, kirim pesan serta terlalu asyik dengan memanfaatkan fitur-fitur facebook yang sering membuat banyak orang lupa waktu. Sebagian perusahaan ada yang memblokir jalur facebook karena dirasa terlalu mengganggu dan banyak membuang-buang waktu. Untuk siswa perlu kontrol yang memadai sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran atau bahkan merubah pola pikir siswa menjadi malas. Malas terjadi karena ketergantungan terhadap facebook. Dimanapun ada waktu luang, siswa akan bermain-main dengan facebook. Hal inilah yang kita khawatirkan. Apalagi saat ini facebook sudah bisa diakses melalui handphone.

Oleh karena itu kewaspadaan itu perlu tapi jangan sampai menghambat kreatifitas seseorang. Sebab selain kekuatiran yang ada tadi, fitur-fitur facebook juga banyak memberikan manfaat bagi kita misalnya kita dapat saling kirim pesan, saling berkomuniaski langsung saat lawan bicara online secara bersamaan dan masih banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s