Demo PT.Arta Glory Buana

Posted: 28 Agustus, 2008 in artikel

Di Indonesia mungkin sudah merupakan hal sunnah bagi perusahaan menindas hak karyawan. Atau sudah tradisi cela yang turun menurun dalam torehan sejarah yang diterima kaum buruh. Hal itu nampak ketika Jum’at pagi tanggal 22 Agustus 2008 sekitar pukul 07.00 WIB kaum buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) PT.Arta Glory yang bertempat tepat di depan Kampus II Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Jl. Raya Gelam Candi, Sidoarjo. Demonstran yang didominasi oleh kaum wanita ini memblokir setengah jalan raya yang menghubungkan kota Surabaya dan Malang itu. Tak elak kemacetan memanjang karena jalan raya sebagai urat nadi penghubung Jawa Timur ke Wilayah selatan tersebut hanya bisa dilewati oleh satu kendaraan satu mobil saja. Ruas jalan raya sangat padat separuhnya di kuasai pendemo yang berdiri di pingir jalan sambil membentangkan poster-poster yang mereka bawa.

Kepadatan itu memaksa kepolisian membuat pagar betis di sepanjang jalan sambil mengatur arus lalu lintas agar kendasraan tetap bisa berjalan walau harus ekstra hati-hati. Arus lalu lintas benar-benar PAMER (Padat Merayap) saat itu. Ratusan Polisi dikerahkan oleh jajaran polres Sidoarjo untuk mengamankan jalannya demonstrasi yang dilakukan di dalam pabrik itu sendiri hingga membludak ke luar pabrik dan meluber ke ruas jalan raya.

Ironis memang ketika mendengar keluhan dari salah satu demonstran bahwa selama dua tahun ini gaji selalu tertunda-tunda tidak tepat pada waktu pembayarannya. Padahal karyawan terus bekerja bahkan hingga lembur-lembur. Dalam demonstrasi kali ini demonstran menyodorkan 6 (enam) tuntutan, sesuai lembaran foto kopi yang di tunjukkan salah seorang demonstran ke saya. Tuntutannya yaitu :

  1. Pembayaran upah pekerja yang sedang berjalan saat ini
  2. Jamsostek
  3. Lembur yang belum terbayar diatas 4 jam
  4. Tunjangan makan lebih dari 3 jam
  5. THR tahun 2007 , THR Nasrani
  6. Cost SPN 30 juta rupiah

Namun sayang bukti lembaran tuntutan tidak sempat saya minta sebagai bukti. Saya hanya  menyalin lewat tulisan saya. dalam lembaran tersebut juga tertulis demonstran berjumlah + 1800 orang di mulai dari jam 07.00 WIB sampai selesai….. Sungguh iba yang mendalam ketika melihat ibu-ibu yang susah bekerja tidak di bayar. Tak banyak yang mereka harapkan , hanyalah hak mereka untuk mencukupi keluarga . Dibanding dengan omset perusahaan yang luar biasa besar tentunya uang gaji karyawan pabrik yang hanya berkisar 800rb hingga 1,5 juta rupiah. Apalagi pekerja-pekerja kasar sudah banyak pengorbanan tenaga dan pikiran yang mereka keluarkan eh..eh..malah gak di gaji..gaji malah telat emang kebangeten…. Semoga saja kaum – kaum pengusaha sadar dengan hal ini semua. Ini menyalahi berbagai norma mulai norma agama, norma sosial, lebih-lebih menyalahi aturan konstitusi. Semoga dengan tulisan ini ada yang membaca dan mengambil hikmahnya. Khususnya bagi pemegang kekuasaan saya tidak berharap telinganya menjadi tuli, matanya menjadi buta, mulutnya menjadi bisu, tangan dan kakinya lumpuh hingga pura-pura tidak peduli terhadap nasib rakyat. Apakah ini imbalan dari sebuah pengorbanan yang telah dikeluarkan setiap hari di pabrik. Keluarga tiap hari mereka tinggalkan di rumah. Rasa capek tiada rasa hanya demi kehidupan yang sedikit lebih baik. Sudah tidak saatnya kaum buruh dilarang sejahtera. SERAHKAN HAKN MEREKA ADALAH HARGA MATI ..!!!!!


Komentar
  1. dhika(Deket Agung) mengatakan:

    keono photoQ…………………..yo

  2. rike mengatakan:

    wah aku pernah jadi karyawan situ apa sekarang suadah bubar arta ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s