Hari Bumi membuntuti Hari Kartini

Posted: 22 April, 2008 in artikel

Assalamu’alikum wr.wb.

Perayaan Hari katini masih begitu lepas dari kedipan mata kita, dimana-mana menyerukan power of women, emansipasi wanita, gender dan sebagainya.Sosok kartini adalah ikon bagi bangsa Indonesia akan kemampuan seorang wanita yang menghiasi dalam berbagai kehidupan.Di era modern hal ini semakin nampak nyata mulai di sektor formal seperti anggota legislatif kepala daerah dll hingga non formal seperti wiraswastawati.Diharapkan sebagai generasi pembaharu, enlightenment (pencerahan) bagi masyarakat untuk mencapai masyarakat madani.Indoensia yang terdiri dari berbagai suku adat ras

Disaat yang hampir bersamaan kita juga di gugah dengan bergulirnya Hari Bumi.

Salam Rimba..!!

Dimana aku berpijak di situ bumi ku injak

Stop Pembalakan

Stop Pencemaran

Hancurkan Perusakan

Bahas-bahasa itulah yang sering dilontarkan ketika saya di SMA gemar dan aktif di organisasi pencinta alam.hari ini hari yang tidak pernah dilupakan bagi seorang yang peduli terhadap lingkungan.Banyak kritik terhadap lingkungan kita yang semakin tak karuan.Keseimbangan alam yang menurun mengakibatkan banyak bencana terjadi.Sesungguhnya bukan tidak bisa kita memanfaatkan alam tapi yang paling kita kaji bagaimana memperlakukan alam secara seimbang.

Dulu ketika kakek saya membajak masih menggunakan sapi semua nampak begitu berat tapi dampaknya sangat membantu.Tidak ada polusi yang di timbulkan pembakaran traktor, pupuk alami pun lebih menjamin kesuburan tanah.Tinja sapi yang tumpah di sawah saat membajak memberikan daya tersendiri bagi tanah, begitu juga jerami-jerami yang membusuk padi saat panen semua menjadi pupuk yang luar biasa dan tak kalah hasilnya dengan cara-cara sekarang. Tapi kalau kita lihat sekarang jauh berbeda semua serba hal yang modern. Tak peduli seberapa besar sumbangan teknologi kepada kerusakan dunia. Tidak hanya di sawah dengan traktornya yang menghasilkan karbondioksida tapi juga di rumah dengan AC, Kulkas dengan Freonnya, di kamar ganti yang penuh dengan parfum semprotan. Apalagi di jalan raya , jutaan polutan berkaliaran dimana-mana.

Kiranya tak sepantasnyalah seseorang acuh dengan lingkungan. Alam bukan warisan nenek moyang yang bisa kita manfaatkan semau kita, alam adalah titisan yang harus kita pertahankan agar anak cucu sesudah kita masih bisa tahu apa itu Burung Kakak Tua, Apa itu Harimau, Panda, Bunga sepatu , bunga mawar dll.Belum tentu keturunan kita 60 – 80 tahun ke depan tahu apa itu harimau kalau hewan-hewan indah itu di ekploitasi hingga punah. Mungkin juga semua tinggal cerita. Sumber daya alam perlu kita hemat dan proporsional dalam memanfaatkannya. Sumber Daya Alam (SDA) berdasarkan wujudnya dibedakan menjadi dua :

1. SDA yang dapat diperbaharui

2. SDA yang tidak dapat diperbaharui

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti hewan, tumbuhan bisa di peranakkan dan dikembang biakkan namun ketika kita tidak mampu menjaga kelestariannya bisa dan sangat mungkin akan punah

Adapun Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yng tidak bisa di perbaharui artinya semua akan habis begitu saja karena alam tidak mampu memproduksinya ulang. Seperti halnya Batubara, Minyak bumi, emas dan barang tambang-tambang lainnya.Bayangkan saja beberapa puluh tahun ke depan sepeda motor dan mobil tak lagi berguna karena habisnya bensin solar dan musnahnya minyak bumi dari perut bumi.Oleh karena itu kita perlu menghemat. Semua tidak akan bisa berjalan kalau tidak kita awali dengan sadar. Kata A’agym “mari kita mulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan mulai saat ini,jangan tunda-tunda lagi”

Komentar
  1. muarif mengatakan:

    Assalamu’alaikum…
    Wah,ternyata nyantol juga message dari antum di web kami…
    Ya ALHAMDULILLAH deh.
    Uya sillaturrahim nih, kang Nahaj.. Sekalian ngisi comment yoo..
    Kalo bicara Hari Bumi, kepentingan seperti apa yang harus di dakwahkan kepada Masyarakat mengenai pelestarian alam n perlindungan lingkungan.. Dan bagaimana juga format tindakan praktis yang bisa kita buat untuk disebarkan kepada Masyarakat khususnya “Masyarakat Mahasiswa”? Sebab akhir – akhir ini, banyak sekali Ironisme terjadi di kalangan aktivis lingkungan hidup sendiri. Pertama, kondisi aksi2 yg kerap dilakukan ternyata layaknya bak pawai sepeda motor. Sangat “merusak lingkungan”, terus banyak program – program PEMKAB n PEMKOT yang sebetulnya tidak mengapresiasi penjagaan lingkungan di “ambil” oleh aktivis lingkungan hidup tersebut. Memang sih regulasi sistem ujung2nya yg di persalahkan. Entah dari pihak PEM, ato Aktivis2 itu sendiri, mengatakan sistem advokasi lingkungan kita di Indonesia yang masih belum memadai sehingga “beban tugas” yg diterima dari Pemerintah mengakibatkan keterpurukan dalam hal mendasar keberpihakan aktivis2 tersebut terhadap jargon mereka sendiri.
    Yah,menurut hematku, saatnya “kitalah” yang bergerak, tanpa harus melihat basic ideologi yang ada. Kita tidak bisa hanya berdiam diri melihat eksistensi pembalakan hutan yang begitu memprihatinkan.. Gerakan IMM GO TO FOREST!! harus kita canangkan mulai sekarang dan sampai kapanpun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s