
Sebelum Berangkat Gowes
Malam yang cukup berkesan. Ini pengalaman pertama di dunia perkeboan. Sebelumnya telah diposting kumpul kebo itu indah, kini nampaknya berkelanjutan tentang kisah sepeda kebo. Bagi sebagian besar penggemar sepeda kebo event-event gowes bareng adalah hal yang sudah sering dilakukan. Beberapa orang menyebut kaum onthelis.
Sudah seminggu rencana menghadiri event di Blitar dipersiapkan. Saat pertemuan rutin di alun-alun Sidoarjo di hari Minggu pendataan peserta yang ingin ikut telah dilakukan. Sabtu 14 April teman-teman berkumpul di jalan raya daerah Magersari. Awalnya bersepakat berkumpul halaman Perum Graha Anggrek. Namun ada salah komunikasi. Delapan orang berkumpul di Graha Anggrek.Setelah kontak dengan beberapa orang, delapan orang bergabung di Magersari. Setelah Magrib semua orang sanggup untuk hadir. Mengingat persiapan untuk menata sepada cukup lama. Baru jam setengah sembilan malam truk yang digunakan untuk mengangkut sepeda plus penunggangnya datang. Cukup menarik kendaraan yang ditumpangi para onthelis malam itu. Truk dealer sepeda motor di sewa, disetting menjadi sedemian rupa menjadi hotel berjalan. Truk dua lantai multi fungsi. Bagian atas berjajar berbagai model sepeda kebo. Di bagian bawah menjadi tempat bernaung para penunggangnya. Suasana keakraban sangat melekat. Sesekali guyonan keluar dari satu mulut dan disahut dengan guyonan yang lain. Rasa dingin menjadi sedikit reda dengan bincang-bincang antar sesama.
Semangat teman-teman onthelis memang luar biasa. Meski banyak yang sudah usia lanjut kemauan untuk gowes seakan tak pernah lenyap. Rombongan dari Sidoarjo kota saya hampir menjadi orang termuda. Status termuda di pegang oleh dua orang siswa SMA. Mereka ikut karena kakak dan ayahnya ikut. Dari sejumlah orang yang ikut, kira-kira yang berumur kurang dari 30 tahun cuma lima orang. Fenomena sepeda antik memang tidak banyak di dominasi kaum muda tapi bukan berarti tidak ada sama sekali. Jumlahnya memang sedikit sekali. Baca entri selengkapnya »


pernah kah anda menjumpai pagi yang tidak cerah selain karena hujan? Setiap pagi bisa dikatakan cerah bila hati seorang ceria. Tidak merasa gundah gulanan serta begitu menikmati kehidupan. Kapan saat itu terjadi ? Saat anda melakukan hal yang benar – benar anda sukai.
Saat kita pergi ke dokter, puskesmas atau rumah sakit kebanyakan orang akan bertanya, “sakit apakah gerangan hingga pergi ke ..(dokter, puskesmas atau rumah sakit ) ?. Padahal pergi ke tempat pengobatan belum tentu berobat dan belum tentu pula sakit. Karena sangat mungkin kita ke dokter hanya untuk sekedar konsultasi. Pola pikir demikian yang perlu kita tularkan. Ke dokter tidak perlu menunggu sakit. Banyak yang hafal “mencegah lebih baik dari pada mengobati” namun banyak pula yang kurang menyadari. Sering kita jumpai seseorang telah menderita penyakit akut lebih parahnya hal itu baru diketahui setelah sekian lama diderita. Ada yang mengatakan sakitnya tidak dirasa, ada pula karena persoalan finansial. Semesetinya kita peduli dan jeli dengan berbagai hal yang terjadi dengan raga ini. Bayangkan saja bila umur kita menginjak remaja hingga dewasa. Berapa puluh tahun raga ini kita manfaatkan. Lubang hidung yang begitu indah melingkar dua secara berdampingan telah kita gunakan untuk mengambil nikmat yang tersedia secara gratis oleh tuhan berupa oksigen. Mata tiap hari bekerja untuk menunjukkan arah kemana kita melangkah bahkan sering kita paksa untuk tetap terbuka disaat mata lelah ingin terpejam walau cuma sejenak. Telinga, meski tak pernah saling ketemu saling bekerjasama untuk menyeimbangkan pendengaran kita. Dan masih banyak lagi fakta-fakta lainnya. 